Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa sajakah pernikahan-pernikahan yang dilarang dalam Islam?

Apa sajakah pernikahan-pernikahan yang dilarang dalam Islam? Sobat Majalah Nikah, tahukah kamu bila ada pernikahan yang dilarang dalam Islam? Bila sobat belum tahu, dibawah ini akan dijelaskan apa saja nikah yang hukumnya haram alias dilarang dilakukan menurut syariat Islam. 
Pernikahan-pernikahan yang Diharamkan atau Dilarang dalam Islam

Pernikahan yang Dilarang

Ada pembahasan sebelumnya, sobat Majalah Nikah sudah membaca tentang Hukum Nikah. Kali ini Majalah Nikah akan membahas secara ringkas tentang beberapa bentuk pernikahan yang dilarang dalam Islam. 

Ada beberapa model atau bentuk pernikahan yang dilarang atau diharamkan dalam Islam. Pernikahan-pernikahan yang dilarang dalam Islam tersebut antara lain adalah: Nikah Syighar, Nikah Mut’ah, dan Nikah Muhallil.

1. Nikah Syighar

Nikah syighar adalah seseorang yang menikahkan putrinya, saudara perempuannya, atau wanita lain yang ia memiliki hak perwalian atasnya, dengan syarat orang lain (calon suami) tersebut bersedia menikahkan putrinya atau saudara perempuannya dengannya. Pernikahan semacam ini adalah rusak (tidak sah) dan haram, menurut kesepakatan para ulama'. Baik itu maharnya disebutkan atau tidak. 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata;
“Rasulullah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang nikah syighar.” Ibnu Namir menambahkan, “Nikah syighar adalah seorang yang mengatakan kepada orang lain, “Nikahkanlah aku dengan anak perempuanmu, maka aku akan menikahkanmu dengan anak perempuanku,” atau “Nikahkanlah aku dengan saudara perempuanmu, maka aku akan menikahkanmu dengan saudara perempuanku.” (HR. Muslim, An-Nasai,
dan Ibnu Majah) 

2. Nikah Mut’ah

Dalam Shahih Fiqhis Sunnah dijelaskan bahwa Nikah mut'ah adalah seorang laki-laki menikah dengan seorang wanita pada batas waktu tertentu; sehari, dua hari, sebulan, setahun, atau lebih, tergantung kesepakatan bersama dengan imbalan uang atau harta lainnya yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak wanita.

Para ulama' telah bersepakat atas haramnya nikah mut'ah. Nikah mut'ah pernah diperbolehkan pada awal Islam untuk kebutuhan darurat saat itu, kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam mengharamkannya untuk selama-lamanya hingga Hari Kiamat. Bahkan beliau mengharamkannya dua kali; pertama pada waktu Perang Khaibar tahun 7 H dan yang kedua pada Fathu Makkah tahun 8 H.

Sebagaimana diriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu:
“Bahwasannya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang (nikah) mut'ah
pada hari (Perang) Khaibar dan (melarang) memakan (daging) keledai jinak.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Dan diriwayatkan dari Ar-Rabi' bin Sabrah AlJuhani, dari bapaknya Radhiyallahu 'anhu;
“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam melarang nikah mut'ah.
Beliau bersabda, ”Ketahuilah sesungguhnya nikah mut'ah diharamkan sejak hari ini hingga Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang telah memberikan sesuatu (mahar kepada wanita dari nikah mut'ah), maka janganlah diambilnya (kembali).” (HR. Muslim)

3. Nikah Muhallil

Nikah Muhallil adalah seorang laki-laki menikahi wanita yang telah ditalak tiga oleh suaminya dan telah selesai masa 'iddahnya, dengan niat agar wanita tersebut menjadi halal bagi suami yang pertama. Dan yang diperhitungkan dalam hal ini adalah niat suami yang kedua (muhallil). Pernikahan semacam ini adalah rusak (tidak sah) dan diharamkan, menurut Jumhur ulama'.

Diriwayatkan dari 'Ali Radhiyallahu 'anhu ia berkata, Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda;
”Allah melaknat muhallil dan muhallal lahu" (HR. Abu Dawud)

Muhallil sebagimana telah dijelaskan di atas adalah seorang laki-laki menikahi wanita yang telah ditalak tiga oleh suaminya dan telah selesai masa iddahnya, dengan niat agar wanita tersebut menjadi halal bagi suami yang pertama.

Sedangkan Muhallal lahu adalah laki-laki yang memerintahkan muhallil untuk menikahi mantan isterinya yang telah ditalak tiga, agar isteri tersebut boleh dinikahinya kembali.

Nah, demikian penjelasan singkat tentang Pernikahan-pernikahan yang Diharamkan atau Dilarang dalam Islam. Semoga bermanfaat. Menambah ilmu bagi sobat pembaca Majalah Nikah semuanya. Semoga kita semua terhindar dari pernikahan yang diharamkan.

Posting Komentar untuk "Apa sajakah pernikahan-pernikahan yang dilarang dalam Islam?"