Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Sih Hukumnya Nikah itu?

Apa Sih Hukumnya Nikah itu? Sobat Majalah Nikah semuanya, kali ini kita akan membahas secara ringkas tentang hukum nikah.
Penjelasan ringkas tentang hukum nikah dalam Islam
Harapan Majalah Nikah, dari pembahasan ini akan dapat sobat pembaca khususnya yang belum menikah jadi mengetahui tentang hukumnya menikah bagi masing-masing yang sedang membaca postingan ini.

Hukum Nikah

Para ulama' telah bersepakat bahwa pernikahan disyari'atkan di dalam Islam. Dan menikah menurut ulama' Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah hukumnya terbagi menjadi empat, yaitu wajib, mustahab, makruh, dan haram. 

Kenapa dapat terbagi-bagi seperti di atas? Berikut ini penjelasan dari masing-masing hukum nikah tersebut. 

1. Wajib

Menikah wajib hukumnya bagi seseorang yang memiliki syahwat besar dan khawatir dirinya akan terjerumus pada perzinaan, jika ia tidak segera menikah. Dengan pernikahan akan dapat menjaga kehormatannya.

Diriwayatkan dari 'Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu ia berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda;
”Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu memberi nafkah, maka hendaklah ia (segera) menikah. Karena itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena itu adalah pelindung baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim) 

2. Mustahab (dianjurkan)

Menikah mustahab hukumnya bagi seorang yang berhasrat, namun ia tidak dikhawatirkan terjerumus pada perzinaan. Meskipun demikian menikah lebih utama baginya daripada ia melakukan ibadah-ibadah sunnah. Ini adalah pendapat Jumhur ulama‟, kecuali Imam AsySyafi'i. Karena menikah merupakan penyempurna setengah agama. Rasulullah a bersabda;
“Jika seorang hamba telah menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam menjaga sisa(nya).” (HR. Thabrani)

3. Makruh

Menikah makruh hukumnya bagi seorang yang belum berkeinginan untuk menikah dan ia juga belum mampu untuk menafkahi orang lain. Maka hendaknya ia mempersiapkan bekal untuk menikah terlebih dahulu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman;
”Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah mereka menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An-Nur : 33)

4. Haram

Menikah haram hukumnya bagi seorang yang akan melalaikan isterinya dalam hal jima‟ dan nafkah, atau karena ketidak mampuannya dalam hal tersebut.

Nah, demikian pembahasan ringkas tentang Hukum Nikah, semoga bermanfaat. Silakan lihat kondisi masing-masing sobat, kira-kira Sobat Majalah Nikah masuk kategori yang mana. 

Posting Komentar untuk "Apa Sih Hukumnya Nikah itu?"