Selamat datang di website majalah Nikah. Semoga anda semua dapat mengambil manfaat dari situs kami ini. kami sarankan agar anda mendaftar jadi anggota dulu (jika belum). Caranya lewat "modul login" yang kami sediakan (klik daftar), selanjutnya isikan data-data anda.
Jangan lupa untuk mengaktifkan regristrasi Anda melalui email yang kami kirimkan. Memang, untuk saat ini belum ada fasilitas-fasilitas bagi para anggota, namun insyaallah dalam waktu dekat kami akan menyediakannya (seperti fasilitas download artikel, ezine, dll).
Sementara, mungkin anda dapat mengisi buku tamu, komentar, dan kotak pesan. Yang perlu diingat, kami mohon anda menggunakan kata-kata yang sopan dan hindari kata-kata yang tidak perlu. O ya, jangan lupa mengisi polling yang kami sediakan, itu akan sangat berguna bagi kami, jazakumullah khairan katsira sebelumnya. Baiklah, selamat berselancar mengarungi situs kami yang sederhana ini.
nda punya pengalaman hidup atau perjalanan hidup orang lain yang menarik dan bisa diambil pelajaran? Tunggu apa lagi, segera kirimkan ke
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
atau
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Tapi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi :
1. Benar-benar kisah nyata bukan fiksi!
2. Maksimal 1500 kata
3. Sertakan kupon pernyataan kisah nyata (ada di majalah bisa di scan, atau klik kanan gambar kupon ini, "save image...")
4. Tuliskan alamat Anda dengan jelas dan lengkap
O ya, Anda bisa juga mengirimkannya via pos, syarat-syaratnya sama,tapi jangan lebih dari 4 lembar ketas Folio/F4 (jika ditulis tangan). Mmm, ngomong-ngomong ada honornya tidak ya? Tentu saja ada, plus beberapa buku dari penerbit Media Hidayah, Yogyakarta. Baiklah, jika begitu kenapa tidak segera mengirmkannya?! Jika layak muat, insya Allah kami akan menampilkannya.
Nb : Naskah yang telah masuk menjadi milik redaksi Nikah dan Kami berhak melakukan pengeditan.
Beberapa waktu lalu media massa kita dipenuhi dengan berita-berita kekerasan. Baik itu para mahasiswa dan masyarakat yang tengah demo berunjuk rasa melawan pemerintah hingga aksi brutal geng wanita Nero, yang membikin banyak orang terbeliak tak percaya.
ila kita membuka sejenak lembaran sejarah kehidupan manusia, banyak peristiwa besar yang terjadi baik itu positif atau negatif, yang melibatkan tangan-tangan generasi muda. Allah l menggambarkan masa muda sebagai masa kuat di antara dua masa yang lemah, sebagaimana firman-Nya,
“Allah, Dialah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (Ar-Ruum: 54)
anyaknya kekerasan yang terjadi akhir-akhir ini membuat kita miris. Kekerasan tidak hanya menghinggapi teroris. Remaja SMP, SMU bahkan mahasiswa pun kini merasa harus menyelesaikan segala urusan dengan kekerasan dan mengalirnya darah. Hal itu sungguh sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Sesungguhnya, syariat Islam datang untuk menjaga 5 pokok yang amat mendasar, serta mengharamkan hal itu untuk diterjang, yaitu : agama, jiwa, harta, kehormatan, dan akal.
B icara tentang selebriti memang tiada habis-habisnya. Kelas masyarakat yang satu ini punya keistimewaan tersendiri tidak hanya di mata para penggemarnya. Sebagai lambang “kesuksesan”, popularitas hampir selalu mengiringi para selebriti ini.
Makanya, jalan menuju popularitas begitu diminati dan dicari, meski dengan harga yang tinggi, di antaranya melalui berbagai model audisi. Padahal, berbagai bahaya terkandung dalam popularitas ini, sebagaimana yang kami uraikan dalam “Fikih Keluarga”.